Keunggulan Tanaman Bt

Artikel Anda | 28-May-02

Tanaman jagung, kapas dan kentang Bt (tanaman yang sudah dilekati gen Bacillus thuringiensis yang memiliki kehandalan pestisidal) mulai diintroduksikan di Amerika Serikat tahun 1995/1996.

Tanaman jagung, kapas dan kentang Bt (tanaman yang sudah dilekati gen Bacillus thuringiensis yang memiliki kehandalan pestisidal) mulai diintroduksikan di Amerika Serikat tahun 1995/1996. Laju adopsi yang tinggi terhadap teknologi itu secara langsung berkaitan dengan kemanfaatn yang ditimbulkan ooleh pengendalian hama yang lebih efektif dan reduksi biaya yang kompetitif.

Reduksi Penggunaan Pestisida

Karena Bt telah melekat dalam benih, maka penggunaan tanaman Bt itu akan mengurangi aktifitas dan biaya transportasi, pencampuran dan pengaplikasian pestisida. Resiko yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida secara tidak tepat, kekeliruan waktu (timing) penggunaan pestisida serta bahaya yang ditimbulkan akibat persentuhan butir cairan pestisida dengan kulit juga akan dapat dieliminasi.

Pengendalian Hama yang Sangat Efektif

Larva penggerek jagung yang mencoba makan tanaman Bt hanya mengakibatkan goressan kecil pada daun jagung. Larva itu kemudian mati dalam waktu 72 jam. Tingkat efikasi pengendalian hama target pada tanaman tembakau dan kapas berkisssar 70-99%. Tanaman kentang Bt juga terlindungi dari serangan hama kumbang kentang Colorado sepanjang masssa budidaya dan tidak memerlukan tambahan penggunaan pestisida lainnya.

Peningkatan Produktivitas Tanaman

Daya lindung tanaman Bt secara langsung berdampak pada peningkatan produktifitas. Dalam kondisi serangan hama utama pada taraf yang sedang ssampai berat, tambahan produktifitass tanaman jagung Bt adalah 12 bushels per acre. Sedangkan pada taraf serangan hama ringa, tambahan produktifitas jagung Bt itu adalah 4.3 bushels per acre

Pengendalian Hama Minor

Protein pestisidal dalam tanaman Bt menimbulkan pengaruh yang sangat kecil (atau tidak sama sekali) terhadap serangan predator atau parasit. Hal ini membuka ksempatan bagi serangga yang bermanfaat untuk melakukan pengendalian terhadap hama minor tanaman yang bersangkutan. Pada ladang kapas Bt di Cina, reduksi penggunaan pestisidal telah meningkatkan populasi serangga predator sebessar 24% lebih tinggi dibanding dengan populasi pada ladang tanaman konvensional. Hal ini membuka kesempatan yang baik bagi predator tersebut untuk mengendaliakan serangan hama minor tanaman Bt, yang pada gilirannya diharapkan akan meningkatkan produktifitas serta menurunkan biaya produksi.

Reduksi Tingkat Keracunan akibat Fungi

Riset yang dilakukan oleh Iowa University dan USDA menunjukkan bahwa kadar fusarium pada butir jagung Bt menurun 96% dibanding dengan kadar pada jagung non-Bt. Riset ssejenis pada tahun 1997, ketika serangan hama penggerek jagung ada pada taraf yang tinggi , kadar fumonisin dalam jagung Bt ternyata 90-93% lebih rendah dibanding dengan kadar dalam jagung non-Bt.

Berdasarkan hasil serangkaian riset, Munkvold et al. (1997) menyimpulkan : "Jagung transgenik tahan serangan serangga telah meningkatkan tingkat keamanannya untuk dikonsumsi oleh manusia dan ternak. Magnitut selisih konsentrasi fumonisin antara transsgenik dan non-transsgenik adalah cukup untuk menimbulkan efek racun pada jaringan sel kuda dan manusia".


Sumber: Warta Biotek, Tahun 1 No. 01, Februari 2001.

Klik di sini untuk kembali.