Talas
(Taro (Ingg.), Colocasia esculenta (Latin)) Famili: Araceae

Tumbuh liar di India dan Asia Tenggara.  Ditanam di India 4000 – 7000 tahun yang lalu.  Diduga dibawa oleh orang Indonesia ke Madagaskar tahun 500 M yang kemudian menyebar di Africa.  Tanaman monokotil, tinggi 90-180 cm.  Ada 4 jenis yang banyak diusahakan orang, yaitu:

  • Talas pandan, umbi berbau seperti pandan wangi kalau seudah direbus.  Tanaman berwarna keunguan dengan pangkal daun kemerahan.

  • Talas ketan (Talas Bogor), umbi lekat seperti ketan kalu sudah direbus.  Tanaman berwarna hijau muda dan banyak menghasilkan anakan dan berumbi besar. 

  • Talas Banteng, berumbi besar tapi rasanya tidak enak.  Tangkai daun berwarna ungu.

  • Tales lahun anak, anakan  banyak sekali tapi umbinya kecil-kecil.

Bagian yang dikonsumsi:

  • Umbi

Budidaya:

  • Perbanyakan melalui umbi

  • Tidak tahan suhu dingin

  • Memerlukan air dalam jumlah besar selama pertumbuhan

  • pH optimum 6-7

Panen: 

  • 7-11 BST

 

Turi

Seperti halnya petai cina, turi tidak membutuhkan perawatan yang intensif.  Dapat digunakan sebagai tanaman pelindung dan sumber pakan ternak serta daunnnya dapat digunakan sebagai sumber pupuk hijau.  Bunga dan daun muda dapat dikonsumsi sebagai sayuran.  Terdapat dua jenis turi, yaitu turi yang menghasilkan bunga berwarna putih dan merah.