Kara
(Dolichos lablab (Latin)) Famili: Leguminosae

Deskripsi:

  • Tanaman merambat yang cukup tahan kekeringan.  Ada jenis kara yang beracun, yaitu kara Bedog yang berbiji besar, berwarna kuning, coklat atau merah.  Untuk jenis tersebut perlu dicuci sampai racunnya hilang, biji direbus berkali-kali dengan memakai air yang baru.  Merupakan bahan pembuat tempe bongkrek yang terkadang karena salah dalam pembuatannya sering menimbulkan keracunan bahkan kematian.

Bagian yang dikonsumsi:  

  • Polong muda atau biji polong yang telah tua

Budidaya:

  • Perbanyakan mengunakan biji yang telah tua

  • Dipasang ajir/kayu untuk tempat merambat  

Katuk 
(Sauropus androgynus (Latin))

Deskripsi:

  • Tanaman perdu, tinggi mencapai 3 m.  Banyak mengandung protein dan vitamin A.  Ditanam sebagai tanaman pagar.  Baik untuk orang yang sakit/baru sembuh dan ibu yang sedang menyusui.

Bagian yang dikonsumsi:

  • Pucuk muda

Budidaya: 

  • Perbanyakan menggunakan stek batang (15-20 cm panjangnya)

  • Dapat mulai panen 3,5 BST  

 

Kecipir
(Winged Bean (Ingg.), Psophocarpus tetragonolobus (Latin)) Famili: Leguminosae

Deskripsi:

  • Tanaman merambat, ukuran batang lebih besar dibandingkan kara.  Bentuk buah memiliki empat siku bergerigi.  Banyak mengandung karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, vitamin C dan provitamin A.  Biji yang tua dapat diolah menjadi snack yang gurih.

Bagian yang dikonsumsi:

  • Buah yang masih muda atau biji polong yang telah tua dan umbi

Budidaya:

  • Perbanyakan mengunakan biji yang telah tua

  • Dipasang ajir/kayu untuk tempat merambat

 

Kemangi
(Ocimum canum (Latin))

Banyak digunakan sebagai lalab pada masakan pecel lele dan campuran sayuran/masakan karena aromanya yang harum dan rasanya yang khas.  Mirip dengan selasih (Ocimum basilicum), hanya selasih sering ditemukan tumbuh liar daripada dibudidayakan.  Kemangi memerlukan sinar matahari penuh, akan lebih baik bila ditanam pada tanah yang gembur, berdrainase baik dengan pengairan cukup.

Bagian yang dikonsumsi:

  • Pucuk dan daun muda.  Biji yang telah tua dapat pula dimasak menjadi minuman.

Budidaya:

  • Biji disemaikan dahulu dan kemudian dipindahtanamankan

  • Panen dapat dilakukan mulai umur 50 HST (panen dilakukan dengan memetik pucuk muda sekaligus untuk mencegah keluarnya bunga agar tanaman berumur lebih panjang)