Sengon
(Paraserianthes falcataria atau Albizia falcataria)

Sengon termasuk famili Mimosaceae, tumbuh secara alami di Solomon, Papua New Guinea, Maluku, dan Irian Jaya. Di Jawa, tanaman ini biasa dikenal dengan sebutan sengon laut atau jeungjing, sedangkan di Sulawesi dikenal dengan sebutan tedehu pute.

Jenis tanaman tropik ini dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur dan agak sarang, tanah kering, atau tanah becek dan agak asin. Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman ini antara 0-800 m dpl. namun demikian tanaman ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1 500 m dpl dengan curah hujan tahunan 2 000 - 4 000 mm/tahun. Bentuk daun albisia bulat dan tidak berbanir, kulit luarnya berwarna putih/kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Tinggi pohon albisia berumur 6 tahun dengan jarak tanam 3´3 m2 dapat menghasilkan kayu sebanyak 156 m3/ha. Tiap tahun tanaman berbuah sekali yaitu antara bulan Juli-September. Benih dapat diperoleh dengan memilih buah yang telah masak di pohon yang pertumbuhannya baik dan telah berumur lebih dari 5 tahun.

 

Sungkai
(Peronema canescens)

Sungkai termasuk famili Verbenacea, di Jawa Barat disebut juga jati sebrang dan Kalimantan Selatan populer dengan nama longkai. Daerah penyebarannya di Indonesia mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung Jawa Barat dan seluruh Kalimantan.

Tinggi pohon dapat mencapai 30 m dengan diameter lebih dari 60 cm dengan batang bebas cabang 15 m. Tumbuh di hutan hujan tropis (tipe iklim A sampai C), pada tanah kering dan tanah sedikit basah. Ketinggian tempet optimal 0 - 6 000 m dpl. Tajuknya berbentuk bulat telur dan mempunyai sifat menggugurkan daunnya di musim kemarau panjang.

Sungkai berbatang lurus atau sedikit berlekuk dan tidak berbanir. Kulit luar batang berwarna kelabu atau cokelat muda, rantingnya penuh dengan bulu-bulu halus. Sungkai dapat berbuah setelah berumur 11 tahun yaitu pada bulan Juni-September.