Kaliandra
(Calliandra sp.)

Tanaman asal Guatemala (Amerika Tengah) ini banyak dimanfaatkan kayunya sebagai sumber energi. Tanaman ini banyak ditemukan di seluruh pulau Jawa. Tanaman Kaliandra berbentuk perdu dan dapat tumbuh baik pada ketinggian 150 - 1 500 m dpl. dengan kondisi tanah relatif jelek.

Sampai sekarang dikenal dua spesies kaliandra yaitu kaliandra merah (C. calothyrsus) dan kaliandra putih (C. tetragona). Ciri kaliandra merah adalah berbunga merah dengan ketinggian pohon mencapai 10 m dengan diameter 20 cm, sedangkan kaliandra putih berbunga hijau keputihan. Jika dipangkas pohon ini mempunyai sifat regenerasi yang cepat. Pohon berbuah pada bulan Juni-September. Jumlah biji tiap kg berkisar antara 14 000 - 14 500 biji. 

 

Kapuk Randu
(Ceiba petandra)

Kapuk randu termasuk famili Bombacaceae. Tumbuhan tropis ini, tumbuh baik pada pada ketinggian kurang dari 350 m dpl. Curah hujan yang sesuai berkisar antara 1 500 - 3 000 mm/tahun dengan musim kering cukup kuat. Agar tumbuh baik diperlukan tanah yang subur, bertekstur gembur, dan solum dalam. Namun masih dapat tumbuh pada tanah lempung liat dan margalit.

Tinggi pohon dapat mencapai 20 m dengan diameter sekitar 50 cm. Bertajuk tipis dan percabangannya bertingkat. Dalam satu tahun, kapuk randu berbunga 3-4 kali, dimulai pada pertengahan Mei. Buah masak pada bulan September ditandai dangan warna buah cokelat keruh.

 

Karet
(Hevea sp.)

Karet adalah salah satu jenis pohon yang dianjurkan dalam pembangunan HTI untuk memproduksi pokok kayu dan hasil sampingan lateks. Karet mulai dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Tanaman asal Brasil ini termasuk genus Hevea, famili Euphorbiaceae. Sampai sekarang ada tiga spesies karet yang umum dibudidayakan yaitu Hevea brasiliensis, H. spruceana dan H. puciflora. Dari ketiga jenis tersebut yang dianjurkan untuk HTI adalah Hevea brasiliensis.

Daerah penyebaran tanaman karet mencapai luasan antara 15°LU-10°LS. Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman ini yaitu 1-600 m dpl. Curah hujan yang diinginkan berkisar antara 2 000-2 500 mm/tahun. Daur panen untuk kebutuhan bahan pulp sekitar 25 tahun.

 

Kemiri
(Aleurites molucana)

Kemiri banyak terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Irian Jaya. Pohon yang termasuk famili Euphorbiaceae ini dapat mencapai tinggi 35 m, diameter 100 cm dan batang bebas cabang 9-14 m. Kulit luar berwarna kelabu, beralur sedikit dan dangkal serta tidak mengelupas. Kayu kemiri berwarna putih kekuning-kuningan.