|
|
Pisang
(Banana (Ingg.), Musa sp. (Latin))

Botani:
-
Famili Musaceae dari ordo
Scitaminae dan terdiri dari dua genus, yaitu genus Musa dan Ensete.
Genus Musa terbagi dalam empat golongan, yaitu Rhodochlamys, Callimusa,
Australimusa dan Eumusa. Golongan
Australimusa dan Eumusa merupakan jenis pisang yang dapat dikonsumsi, baik segar
maupun olahan. Buah pisang yang
dimakan segar sebagian besar berasal dari golongan Emusa, yaitu Musa
acuminata dan Musa balbisiana.
Tanaman pisang merupakan tanaman asli daerah Asia Tenggara dengan pusat
keanekaragaman utama wilayah Indo-Malaya.
-
Tanaman pisang termasuk dalam golongan terna monokotil tahunan berbentuk
pohon yang tersusun atas batang semu. Batang
semu ini merupakan tumpukan pelepah daun yang tersusun secara rapat teratur.
Percabangan tanaman bertipe simpodial dengan meristem ujung memanjang dan
membentuk bunga lalu buah. Bagian
bawah batang pisang menggembung berupa umbi yang disebut bonggol.
Pucuk lateral (sucker) muncul dari kuncup pada bonggol yang selanjutnya
tumbuh menjadi tanaman pisang. Buah
pisang umumnya tidak berbiji/bersifat partenokarpi.
Syarat
Tumbuh:
-
Tanaman pisang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik pada berbagai macam
topografi tanah, baik tanah datar ataupun tanah miring.
Produktivitas pisang yang optimum akan dihasilkan pisang yang ditanam
pada tanah datar pada ketinggian di bawah 500 m di atas permukaan laut (dpl) dan
keasaman tanah pada pH 4.5-7.5. Suhu
harian berkisar antara 25 o - 27 o C dengan curah hujan
2000-3000 mm/tahun.
Jenis-jenis Pisang
yang Dikonsumsi:
-
Pisang Ambon Kuning
Pisang Ambon
Kuning cocok untuk hidangan buah segar, memiliki ukuran buah lebih besar
daripada pisang ambon lainnya dengan kulit buah tidak terlalu tebal dengan warna
kuning muda. Daging buah yang sudah
matang berwarna putih kemerahan. Rasa
daging buah pulen, manis, dan aromanya harum.
Dalam satu tandan terdapat
6-9 sisir (satu sisir berisi 15-20 buah) dengan berat per tandan 18-20 kg.
-
Pisang Ambon Lumut
Pisang Ambon
Lumut cocok untuk hidangan buah segar. Kulit
buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah
pisang ambon kuning. Daging buah
hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih.
Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis.
Dalam satu tandan terdapat 7-12 sisir dengan berat 15 – 18 kg..
-
Pisang Ambon Putih
Pisang Ambon
Putih cocok untuk hidangan buah segar. Ukuran
buah lebih besar daripada pisang ambon lumut. Kulit buah yang sudah matang
berwarna kuning keputih-putihan. Daging
buah berwarna puith kekuningan dengan rasa agak asam, dan beraroma harum.
Dalam satu tandan terdapat 10-14 sisir dengan berat 15-25 kg.
-
Pisang Barangan
Pisang
Barangan cocok untuk hidangan buah segar. Pisang
Barangan terdiri dari 2 jenis, yaitu pisang barang yang berwarna kemerah-merahan
dan yang berwarna kuning. Pisang
Barangan yang berwarna kemerah-merahan memiliki daging buah yang lebih besar dan
rasa yang lebih enak dan aroma yang lebih harum daripada yang berwarna kuning.
Dalam satu tandan terdapat 5-12 sisir degang berat 9-20 kg.
-
Pisang Raja
Pisang Raja
cocok untuk hidangan buah segar maupun olahan.
Kulit buah tebal dan berwarna kuning berbintik hitam pada buah yang telah
masak. Ukuran buah cukup besar
dengan diameter 3,2 cm dan panjang 12-18 cm.
Daging buah yang telah matang berwarna kuning kemerahan bila dimakan
terasa legit dan manis dengan aroma harum.
Dalam satu tandan terdapat
6-9 sisir (setiap sisir berisi 14-16 buah) dengan berat per tandan 12-16 kg.
Bunga muncul 14 bulan sejak anakan dan buah akan masak 5,5 bulan
kemudian.
-
Pisang Kepok
Pisang Kepok
cocok untuk makanan olahan. Jenis
pisang kepok yang lebih dikenal adalah pisang kepok putih dan pisang kepok
kuning dengan warna daging buah sama seperti namanya. Daging buah bertekstur agak keras dengan aroma yag kurang
harum. Kulit buah sangat tebal dan berwarna hiaju kekuningan pada buah yang
telah masak. Pisang kepok kuning rasanya lebih enak daripada pisang kepok putih.
Dalam satu tandan dapat mencapai 10-16 sisir (satu sisir berisi 20 buah
pisang) dengan berat per tandan 14-22 kg.
-
Pisang Tanduk
Pisang Tanduk
cocok untuk makanan olahan. Buahnya berukuran besar dengan panjang lebih dari 20
cm. Kulit buah tebal dan berwarna
kuning kemerahan berbintik hitam. Daging
buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan.
Dalam satu tandan terdapat hanya sekitar 1-3 sisir (satu sisir terdiri
dari 10-15 buah) dengan berat per tandan 7-10 kg.
-
Pisang Badak
Kulit buah
agak tebal, berwarna kuning berbintik hitam.
Daging buah berwarna puith kekuningan.
Rasa buah manis agak asam dengan aroma kurang harum.
Dalam satu tandan terdapat 7-9 sisir dengan berat per tandan mencapai 14
– 18 kg.
-
Pisang Nangka
Pisang Nangka
cocok untuk makanan olahan. Buah
berukuran agak panjang, sekitar 15 cm. Kulit
buah agak tebal dan berwarna hijau walaupun sudah matang (buah yang sangat masak
berwarna hijau kekuningan). Daging
buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis agak asam dan beraroma harum.
Dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir dengan berat tandan 11-14 kg.
-
Pisang Mas
Pisang Mas
cocok untuk hidangan buah segar. Buah
berukuran kecil-kecil dengan diameter 3-4 cm.
Kulit buah tipis dengan warna kuning cerah pada buah yang masak.
Daging buah lunak, rasanya sangat manis dan aromanya harum.
Dalam satu tandan terdapat 5-9 sisir (satu sisir dapat mencapai 18 buah)
dengan berat per tandan 8-12 kg.
-
Pisang Susu
Pisang Susu
cocok untuk hidangan buah segar. Ukuran
buah kecil hampir sama dengan pisang mas. Kulit
buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam.
Daging buah putih kekuningan. Rasa
buah manis, lunak dan berarom harum. Dalam
satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) dengan
bertat per tandan 12-16 kg.
-
Pisang Cavendish
Pisang
Cavendish cocok untuk hidangan buah segar.
Dari 36 subkultivar pisang cavendish hanya beberapa subkultivar yang
telah diusahakan sebagai tanaman perkebunan, yaitu:
-
Grain Naine, berasal dari Perancis. Bentuk buah silindris dari atas ke bawah membentuk kerucut.
Setiap tandap terdiri dari 12 sisir(satu sisir terdiri dari 24-36 buah)
dengan bobot 45-65 kg. Jarak
antar sisir cukup longgar sehingga jumlah buah yang salah bentuk tidak banyak.
-
Petit Naine, berasal dari Perancis. Buah berukuran kecil dan cukup ringan. Rasanya kurang manis. Jarak
antar sisir cukup dekat sehingga banyak buah yang salah bentuk.
-
Omalag, berasal dari Filipina. Buah di tandan bagian atas berukuran relatif besar
selanjutnya makin ke bawah makin mengecil.
Jarak antar sisir berdekatan.
-
William, berasal dari Australia. Dibedakan menjadi dua, yaitu william tall dan william small.
Ukuran buah relatif seragam dengan kulit buah tipis berwarna kuning
kehijauan ketika matang. Jarak antar sisir cukup jauh.
Bobot buah per tandan 35-50 kg.
-
Valery, berasal dari Amerika Tengah. Bentuk buah cukup bagus karena jarak antar sisir relatif
jauh. Setiap tandan terdiri dari
14-20 sisir dengan bobot per tandan 35-50 kg.
Kandungan Gizi:
-
Kandungan
gizi yang terdapat dalam buah pisang cukup tinggi.
Nilai gizi yang terdapat tiap 100 g buah pisang adalah kalori sebesar 79
kal, protein 1.2 g, lemak 0.2 g, kalsium 8.0 g, besi 0.5 mg, vitamin A 1.0 mg,
vitamin C 10 mg dan vitamin B 0.08 mg.
Penggunaan:
-
Buah pisang
tidak hanya dikonsumsi dalam keadaan segar namun juga dikonsumsi dalam bnetuk
olahan. Buah pisang dapat diproses
menjadi tepung pisang, pure, bir, cuka, kripik, sale, dodol, dan saus.
-
Tanaman
pisang termasuk tanaman yang serbaguna. Selain
buahnya, bagian lainnya juga dapat dimanfaatkan. Bonggol pisang dapat dijadikan soda sebagai bahan baku sabun
dan pupuk kalium. Batangnya dapat
digunakan sebagai pengahsil serat bahan baku kain dan makanan ternak.
Daun pisang banyak digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional.
Penanaman:
|
Jarak tanam (m)
|
Kultivar pisang
|
|
2 x 2
|
mas, barangan
|
|
3 x 3
|
dwarf cavendish, gross
michel, nangka, raja, raja sereh
|
|
4 x 4
|
giant cavendish, tanduk,
kepok
|
-
Pupuk kandang yang telah dicampur furadan diberikan sebesar 15 kg per
lubang tanam (untuk tanah berpasir sebesar 20 – 25 kg)
-
Ditaburkan pupuk fosfat 20 g di dasar lubang tanam dan ditutup tanah
tipis
-
Sebelum ditanam, bibit dicelupkan ke dalam fungisida Dithane M-45 dengan
konsentrasi 1.5 mg/l dan pada lubang tanam ditaburkan furadan sebanyak 10 g
-
Penanaman pisang dilakukan
secara bertahap (2 tahap, setahun dua kali) dengan selisih penanaman 6 bulan.
Penanaman pertama dilakukan dengan jarak tanam renggang (4 mx 4 m),
kemudian penanaman tahap kedua dilakukan di antara jarak tanam yang telah
datanami. Tujuan penanaman seperti ini adalah untuk mengatur waktu
panen dan pembongkaran tanaman pada tahun ke 5, 9 , 13, 17 agar tidak serempak
sehingga pada tahun-tahun tersebut masih dimungkinkan adanya panen.
-
Pemupukan dilakukan 4 kali
setahun, yaitu pada saat tanam dan sesudah tanam sebanyak 3 kali.
Dosis pupuk tegantung dari tingkat kesuburan tanah.
Jika kandungan N tanah rendah maka pupuk N (ZA) yang diberikan sekitar
1900 kg/ha/tahun. Jika kandungan N
tinggi maka pupuk N (ZA) yang diberikan hanya 900 kg/ha/tahun.
Pemberian pupuk N dibagi menjadi 4 kali, ¼ bagian waktu tanam dan
sisanya dibagi merata dalam tiga kali pemupukan. Pupuk fosfat diberikan saat tanam sebesar 160 kg/ha. Pupuk
kalium diberikan sebesar 800 kg/ha/tahun sampai 1250 kg/ha/tahun dengan cara
aplikasi sama seperti pupuk N.
Pemeliharaan Tanaman:
-
Pengendalian gulma dilakukan secara manual dan mekanis.
Penyiangan dengan mesin ring wedding berjari-jari 1 meter dilakukan saat
tanaman berumur 1 bulan sampai 5 bulan.
Pada usia tiga bulan pertama pembersihan gulma dilakukan secara intensif
untuk mengurangi akibat negatif dari kompetisi.
Pengendalian gulma sudah mulai dapat dikurangi pada usia tanaman 5 bulan
karena kanopi tanaman dapat menekan pertumbuhan gulma.
Setelah
tanaman berumur 5 bulan (tinggi sekitar 1-1.5 m), pengendalian gulma dilakukan
dengan herbisida. Penggunaan
herbisida pada saat tanaman mencapai ketinggian 1-1.5 meter bertujuan agar daun
tanaman pokok tidak terganggu oleh herbisida.
Penyiangan dilakukan dengan selang waktu 2-3 bulan sekali.
-
Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk (berusia 9 bulan),
1 anakan/daughter (berusia 7 bulan), dan 1 anakan muda/grand daughter (berusia 3
bulan), dilakukan rutin setiap 6-8 minggu. Tujuan dari penjarangan tanaman adalah menjaga kestabilan jarak tanam,
dan menjaga kontinuitas produksi melalui pemilihan umur anakan dalam satu
rumpun. Anakan berumur 6 bulan
dapat digunakan sebagai bahan tanaman untuk inisiasi kebun baru dan ditanam di
antara baris tanaman pada penanaman tahap pertama.
Pembongkaran dilakukan pada tahun ke-5.
Rumpun pisang hasil penanaman tahap pertama dibongkar pertama kali
dilanjutkan pembongkaran kedua pada 6 bulan berikutnya pada sisa rumpun yang
ada.
-
Pemotongan bunga jantan dilakukan setelah 2 sisir terakhir muncul
kira-kira 30 hari setelah anthesis.
Kemudian buah dibungkus dengan kantong plastik (polyethylene) Dursband 1E
yang mengandung insektisida pada umur 50 hari setelah anthesis.
Pohon yang sedang berbuah ditopang dengan bambu atau mengikatkan pangkal
tandan pisang pada kabel yang terbentang diantara barisan tanaman pisang agar
batang tidak roboh sebelum buah dipanen.
-
Pemberian air dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah agar tanaman dapat
tumbuh dan berproduksi secara optimal. Cara
pemberian air dapat dengan sistem leb atau
mengalirkan air melalui saluran irigasi. Perkebunan-perkebunan pisang di luar negeri seperti Filipina,
Brasil dan Panama menerapkan tiga cara irigasi buatan untuk mengairi tanaman
pisang, yaitu irigasi curah di atas kanopi (over head system),
irigasi curah di bawah kanopi (under tree system), dan irigasi tetes (drip
irrigation system).
-
Pemeliharaan sanitasi kebun dilakukan tiap 45 hari sekali meliputi
kegiatan pembersihan daun kering, penjarangan anakan dan pembuangan sisa tanaman
bekas panen. Pemeliharaan sanitasi
kebun bertujuan untuk menjaga lingkungan kebun yang sehat dan baik bagi
pertumbuhan tanaman pisang.
Hama dan Penyakit:
-
Hama:
-
Ulat Penggulung Daun (Erionata thrax) menyebar di Asia Tengara.
Gejala: larva instar awal membuat irisan miring pada tepi daun dan
menggulung ke atas bagian yang terpotong sebagian dan lambat laun gulungan
makin lebar. Pada serangan berat hanya tersisa tulang daun dan
gulungan daun. Curah hujan yang tinggi menekan populsi instar awal.
Pada daerah yang terlindung dari angin populasi hama tinggi.
-
Penggerek Buah Pisang (Nacoleia
octasema) menyebar di Asia Tenggara. Gejala: seperti kudis buah bercak
kecoklatan sebagian membusuk.
-
Penggerek Batang Pisang (Cosmopolies sordidus) menyebar di daerah tropika.
Gejala: larva instar awal membuat beberapa gerekan memanjang pada
jaaringan bagian luar hinga menembus seludang daun bagian dalam di dekatnya.
Hama ini menggerek pangkal batang dan rhizoma.
Serangan di daerah pegunungan lebih tinggi dari dataran rendah.
Populasi hama banyak terdapat pada tanaman yang terlalu tua serta
pada tungul dan rhizoma yang tersisa. Pengendalian: sanitasi kebun dan pemanenan secara periodik.
-
Odoiporus
longicallis merupakan hama
sekunder. Larva menggerek ke
dalam tengah batang hinga seludang daun.
-
Penyakit:
-
Penyakit Layu Fusarium (Penyakit Panama) disebabkan
oleh Fusarium oxysporium.
Penyakit ini merupakan penyakit yang merugikan setelah layu bakteri
dan menyebar luas diseluruh dunia.
-
Gejala:
-
Tepi daun bawah kuning tua lalu menjadi coklat dan
mengering
-
Pangkal tangkai daun patah
-
Kadangkala batang palsu bagian luar belah dari
pangkal
-
Pada belahan membujur pangkal batang palsu tedapat
garis-garis coklat kehitaman ke berbagai arah (pada pangkal batang)
batang batang palsu hingga tangkai daun terjadi perubahan warna
berkas pembuluh
-
Pengendalian: Pencegahan
-
Bercak daun cercospora (penyakit sigatoka)
disebabkan oleh Mycosphaerella
musicola. Penyakit ini
kadang kala merugikan dapat
menurunkan kuantitas dan kualitas buah namun kurang mendapat perhatian di
Indonesia.
-
Gejala:
-
Bercak kecil memanjang kuning pucat atau hijau kecoklatan sejajar tulang
daun
-
Bercak membesar menjadi coklat tua hingga hitam
ellips (0.5 cm x 1.5 cm)
-
Pada daun tua pusat bercak mengering kelabu dengan
tepinya coklat tua dengan halo kuning
-
Pada pusat bercak ada titik hitam
-
Bercak daun cordana disebabkan oleh Cordana
musae. Penyakit ini
terdapat di tiap negara penanam pisang namun dianggap kurang penting.
-
Gejala:
-
Bercak ellips kecil kemudian membesar coklat pucat
konsentris dengan halo kuning
-
Sering
bercampur dengan bercak cercospora
-
Bercak dapat merupakan hawar
-
Penyakit kerdil pisang disebabkan oleh Banana
Bunchy Top Virus (BBTV). Penyebaran
penyakit di Asia Tenggara, Asia
Selatan, Pasifik,
Australia, dan beberapa negara Afrika.
-
Gejala:
-
Awal:
garis-garis pendek terputus-putus diselingi titi-titik terdapat di antara dan
sejajar tulang-tulang daun sekunder
-
Lanjut:
daun-daun yang muncul berikutnya (daun-daun muda) tumbuh lebih tegak
lebih pendek lebih sempit tangkai
daun lebih pendek. Sepanjang tepi daun terjdai klorosi dan kering
daun menjadi rapuh. Infeksi pda tanaman muda menyebabkan tanaman tidak
berproduksi
-
Pengendalian:
-
Pseudomonas
solanacearum atau penyakit layu bakteri pisang.(penyakit moko).
Serangan terjadi terutama saat pisang menjelang berbunga.
Tanaman tiba-tiba layu tanpa didahului menguningnya daun.
Pada bonggol pisan terdapat lendir.
-
Xanthomonas
celebens (penyakit darah). Bakteri
menyerang pembuluhbatang pisang melalui akar.
Pembuluh yang terserang akan mengeluarkan cairan seperti darah
apabila dipotong.
Pengendalian
Kuantitas dan Kualitas Produk:
-
Kegiatan pengendalian kuantitas dan kualitas produk bertujuan untuk
menjaga buah agar memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan terutama untuk
tujuan ekspor. Rusaknya buah
(turunnya kualitas buah) dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain tandan
buah menyentuh tanah karena pohon roboh, gesekan daun/gesekan mekanis lainnya
terhadapbuah, serangan hama dan penyakit terhadap buah serta adanya getah yang
menempel pada buah.
-
Pengendalian ini dimulai sejak
kuntum bunga muncul dari batang semu hingga buah siap panen.
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
-
Penyuntikan kuntum bunga pada saat bunga (jantung) pisang muncul 2/3 dari
pucuk batang semu dengan insektisida sistemik untuk mencegah serangan aphid yang
dilakukan pada 10 cm dari ujung bunga
-
Pembuangan sisa bunga betina yang menempel pada buah setelah selesai
pembungaan pada umur 30 hari setelah anthesis
-
Pembuangan daun terakhir dan daun tua yang menempel pada buah
-
Penyisaan daun pada saat fase perkembangan buah tidak kurang dari 4 helai
-
Pemasangan penyanggah pada tanaman yang sedang berbuah
-
Pembungkusan buah dengan plastik polyethylene yang mengandung insektisida
pada saat tandan sudah terbentuk sempurna (50 hari setelah anthesis), jantung
yang masih kuncup dan dua sisir buah terbawah dibuang. Setelah dibungkus, tandan
diberi tanda untuk menentukan waktu panen yang tepat sehingga umur dan ukuran
buah seragam.
Penentuan Waktu
dan Cara Panen:
-
Penentuan waktu panen yang tepat akan menghasilkan kualitas buah pisang
yang baik. Panen buah dilakukan
saat tingkat perkembangan fisiologi buah maksimum.
Pada saat perkembangan buah maksimum, kandungan pati mencapai tingkat
tertinggi sehingga dalam proses pematangan dapat diubah menjadi gula yang cukup
tinggi. Secara visual, buah pisang yang siap panen menunjukkan tanda-tanda
seperti bentuk buah tampak bulat berisi dan sudut penampangnya rata serta
tangkai bekas putik telah gugur.
-
Cara pemanenan, yaitu batang pisang dipotong kira-kira setengah diameter
batang pada ketinggian 1 m dari permukaan tanah.
Tandan buah ditahan agar tidak terjatuh ke tanah lalu dipotong.
-
Kriteria
kematangan pisang:
|
Tingkat
Kematangan
|
Warna Kulit
Buah
|
Persen Pati
|
Persen Gula
|
Keterangan
|
|
1
|
Hijau
|
20
|
0.5
|
Keras
|
|
2
|
Hijau Mulai Kuning
|
18
|
2.5
|
-
|
|
3
|
Hijau lebih banyak dari
Kuning
|
16
|
4.5
|
-
|
|
4
|
Kuning lebih banyak dari
Hijau
|
13
|
7.5
|
-
|
|
5
|
Kuning lebih banyak namun
ujung buah masih hijau
|
7
|
13.5
|
-
|
|
6
|
Seluruhnya kuning
|
2.5
|
18.0
|
Mudah dikupas
|
|
7
|
Kuning sedikit
bintik coklat
|
1.5
|
19.0
|
Masak penuh aroma
|
|
8
|
Kuning dengan banyak
bintik coklat
|
1.0
|
19.0
|
Lewat masak, daging buah
gelap, aroma tinggi sekali
|
Penanganan
Pasca Panen:
-
Pemotongan sisir pisang dari tandannya
-
Pencucian sisir dari kotoran dan getah serta
dilakukan seleksi buah
-
Pencucian sisir pisang yang sudah terseleksi dalam
air bersih mengalir
-
Penyusunan sisir pada rak terbuka lalu
dikeringanginkan dengan mengalirkan udara kering pada sisir-sisir pisang
tersebut
-
Pengemasan sisir pisang pada kotak karton per 15 kg
(3-5 sisir ukuran besar atau 6-9 sisir ukuran kecil)
-
Penyemprotan fungisida Al2(SO4)3
(120 ml/15 kg pisang)
-
Pengepakan pada kontainer
|
|