|
|
Mangga
(Mango (Ingg.),
Mangifera indica L. (Latin))

Deskripsi
-
Tanaman mangga tumbuh dan berproduksi optimal pada daerah dengan ketinggian
0-500 m dpl dengan suhu harian 26 o - 28 o C.
Apabila suhu udara di atas 42 o C akan merusak tanaman.
Curah hujan optimal 1000-2500 mm per tahun.
Pembungaan pada tanaman mangga memerlukan musim kemarau yang jelas, bulan
kering 4- 6 bulan (curah hujan per bulan kurang dari 60 mm), dengan jumlah bulan
basah kurang dari 7 bulan (curah hujan per bulan lebih dari 100 mm), musim hujan
di luar musim berbunga. Daerah ini termasuk tipe C, D, dan E menurut klasifikasi
Schmid dan Ferguson.
-
Dari potensi
produksi 120 kg/pohon, tanaman mangga di Indonesia hanya menghasilkan 40
kg/pohon. Produktivitas per tahun
beberapa mangga unggul antara lain mangga Golek-31 sebesar 52,3 kg/pohon, mangga
Manalagi-69 sebesar 36,5 kg/pohon dan mangga Arumanis-143 sebesar 54,7 kg/pohon.
-
Musim panen mangga berlangsung dari bulan Agustus sampai Desember.
Musim panen mangga terjadi seragam di Jawa dan Bali.
Pada bulan November terjadi panen raya mangga. Harga
buah mangga cenderung menurun setelah panen raya. Hal ini disebabkan preferensi
konsumen beralih ke jenis buah-buahan yang lain.
Harga mangga akan menaik lagi menjelang panen bersamaan menaiknya
preferensi konsumen. Pembungaan di
luar musim menjadi kurang ekonomis bila belum didapatkan pemasaran yang
memerlukan suplai kontinyu.
-
Untuk menghasilkan buah mangga yang berproduksi tinggi dengan kualitas
yang baik serta pelaksanaan penanganan pasca panen dan pemasarannya dilakukan
hal-hal sebagi berikut :
Budidaya
-
Bibit yang digunakan adalah bibit yang sehat dengan tinggi sekitar 50 cm
(berusia 6-8 bulan). Bibit ditanam pada lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm
dengan jarak tanam 5 m x 5 m. Setelah tanaman mencapai tinggi 1 m batang utama
dipangkas dengan menyisakan tanaman setinggi 80 cm dari permukaan tanah.
Tunas yang muncul dipelihara 3-4 buah yang baik (sudut 90 – 120 o)
untuk menghasilkan cabang primer. Pemangkasan
kedua dilakukan 3-6 bulan setelah pemangkasan pertama/tinggi tunas mencapai 1 m
seperti pemangkasan kedua untuk menghasilkan cabang sekunder. Begitu selanjutnya
hingga pemangkasan ketiga untuk menghasilkan cabang tersier sehingga diperoleh
pola percabangan 1-3-9-27. Produksi
buah mangga dimulai dari percabangan tersier.
-
Pembungaan di luar musim bisa dilakukan dengan menggunakan zat pengatur
tumbuh seperti KNO3, CEPA, dan Paklobutrazol.
Namun seringkali pembungaan di luar musim ini
menghasilkan buah dengan mutu rendah.
-
Buah yang terbentuk, setelah berumur 30 – 40 hari dibungkus dengan
kertas setelah sebelumnya disemprot dengan pestisida.
-
Tanaman yang ukuran tajuknya melebar luas dan tinggi dipangkas berat
hingga ukuran tajuk 1,75 m dengan tinggi 3 m.
Ukuran tajuk pohon sangat penting karena akan mempengaruhi kemudahan
pemeliharaan serta pemanenan buah. Tanaman
yang tua juga dipangkas berat sehingga tinggal tersisa tunggulnya saja setinggi
1-1,5 m. Pemangkasan seperti ini
bertujuan untuk meremajakan pohon sehingga tidak perlu dilakukan pembongkaran
tanaman.
Pemanenan
-
Pemanenan buah mangga dilakukan ketika telah memenuhi ciri-ciri buah
mangga yang matang, yaitu :
-
Adanya lapisan lilin buah
-
Bentuk buah sudah padat penuh terutama pada bagian ujung
-
Bila buah diketuk menghasilkan nada tingi
-
Buah akan tenggelam bila dimasukkan ke dalam
air
-
Tangkai buah kering
-
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari pada jam 07.00 – 09.00
atau pada sore hari jam 16.00 karena produksi getah rendah.
Pencucian
-
Buah mangga yang telah dipanen dicuci untuk menghilangkan
kotoran-kotoran yang menempel terutama sisa-sisa getah yang menenempel di kulit
buah. Pemakaian pestisida (benomyl)
pada saat pencucian dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit pasca
panen. Pencucian dilakukan dengan
cara ‘hot water dip”, yaitu pertama buah di cuci dengan air dingin lalu
direndam dalam air panas.
Sortasi dan Grading
-
Sortasi dan grading dilakukan untuk memperoleh buah dengan ukuran,
tingkat kematangan dan kualitas yang seragam.
Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah yang layak jual dan tidak layak
dijual agar diperoleh buah yang seragam bentuk, warna, ukuran dan kematangannya
sedangkan grading dilakukan untuk memperoleh buah yang seragam ukurannya (besar,
sedang, kecil atau sangat kecil).
-
Sortasi dan grading sangat penting untuk dilakukan agar buah yang
dipasarkan terjaga mutunya. Buah
yang rusak akan mempercepat kerusakan buah yang lainnya dalam kemasan.
Buah yang tidak lolos sortasi karena kulit buah yang tidak mulus atau
buah yang salah bentuk masih dapat dijual ke pasar-pasar tradisional ataupun di
jual dalam bentuk kupasan (slice).
-
Kriteria
Spesifikasi Grading Buah Mangga di Indonesia Menurut Jenis/Ukuran
|
Varietas
|
Besar
(g)
|
Sedang
(g)
|
Kecil
(g)
|
Sangat Kecil
(g)
|
|
Arumanis
|
> 400
|
350 – 400
|
300 – 349
|
250 – 299
|
|
Golek
|
> 500
|
450 – 500
|
400 – 449
|
350 – 399
|
|
Gedong
|
> 250
|
200 – 250
|
150 – 149
|
100 – 149
|
|
Manalagi
|
> 400
|
350 – 400
|
300 – 349
|
250 – 299
|
|
Klasifikasi
|
Ukuran
|
|
Kelas Super
|
> 500 g
|
|
Kelas A
|
400 – 500 g
|
|
Kelas B
|
300 – 400 g
|
Pengemasan
-
Buah mangga tahan selama 7 hari setelah masak.
Pengemasan yang baik sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan/susut
buah pasca panen terutama saat transportasi/distribusi.
Pengemasan dilakukan untuk mencegah benturan, menahan goncangan,
mengurangi gesekan, melakukan penumpukan dan mengatur suhu.
Kemasan keranjang bambu dapat memuat buah hingga 25 kg, kemasan peti kayu
mampu memuat sebanyak 30 kg buah.
Penyimpanan dan Pemeraman
-
Mangga termasuk buah klimakterik, yaitu buah yang memiliki pola
respirasi yang di awali peningkatan secara lambat, kemudian meningkat pesat dan
menurun setelah mencapai puncak. Buah
klimakterik dipanen pada saat matang namun belum masak.
Pemeraman dilakukan untuk memasakkan buah.
Hasil pemeraman kurang baik apabila buah dipetik belum waktunya (belum
masak). Penyimpanan buah mangga dibutuhkan penanganan ekstra karena
produksi etilen buah yang cukup tinggi sehingga dapat mempercepat kemasakan buah
yang tidak diinginkan.
Pengolahan
-
Buah mangga tidak melulu
hanya dikonsumsi sebagai buah segar, namun juga dapat dijadikam makanan olahan
seperti asinan, kari, pure, selai, sari buah, minuman ringan, tepung, keripik
dan manisan.
Manggis
(Mangosteen (Ingg.), Garcinia mangostana L.
(Latin))

Asal
dari kepulauan Malaya termasuk keluarga Guttiferae.
Beberapa species membentuk buah yang dapat dimakan, tetapi tidak seenak buah
manggis. Kecuali buah, bagian tanaman lain juga sangat bermanfaat seperti
misalnya kulit buah, kulit kayu, akar dan lain bagian yang dapat dimanfaatkan
sebagai obat seperti diare, obat cacing, tumor pada rongga mulut. Kulit buah
manggis juga merupakan komoditas ekspor dari Singapura ke Cina.
Deskripsi
-
Tinggi
tanaman 10-25 m. Mahkota bunga ada yang bulat, ada yang seperti piramid kompak
meruncing keatas. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya
yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat
benar-benar efektif.
Syarat Tumbuh
-
Tumbuh
baik di daerah yang suhunya tinggi, lembab, curah hujan tinggi merata sepanjang
tahun. Tidak tahan pada angin laut. Suhu optimum untuk pertumbuhannya berkisar
antara 220-230C. Tanaman muda membutuhkan naungan yang
rimbun baik di dataran rendah sampai ketinggian 800 m dengan curah hujan
1500-2500 mm/tahun. Manggis ini sangat baik tumbuh pada tanah yang kaya akan
bahan organik dengan aerasi yang cukup baik. Umumnya tumbuh di dataran rendah
terutama di pulau Jawa terdapat di selatan Jawa Barat, bagian utara Jawa Barat
sekitar Serang, Tangerang, Cibinong, Purwakarta dan Subang, bagian selatan DKI
Jakarta, Jawa Tengah sekitar Bumiayu, Kebumen, sebelah selatan Batang, Kendal
dan Ungaran. Di Jawa Timur manggis dapat dikembangkan di daerah basah sekitar G.
Semeru ke barat sampai lereng G. Kawi dan ke timur sampai lereng G. Lamongan,
sekitar Pacitan-Blitar dan lereng selatan G. Raung
Perbanyakan
-
Perbanyakan
dengan biji
Manggis
dapat diperbanyak dengan biji tapi bukan merupakan perbanyakan secara generatif,
karena biji manggis terbentuk secara apomiktis. Biji mempunyai viabilitas yang
rendah dan cepat mengalami kemunduran. Biji harus segera dikecambahkan segera
setelah diambil (dikeluarkan) dari buah. Apabila tetap berada dalam buah, biji
manggis tetap bertahan viabilitasnya selama 3-5 minggu. Makin besar bijinya
makin baik pertumbuhan tunasnya.
-
Perbanyakan
secara vegetatif
Perbanyakan
tanaman manggis secara vegetatif dapat berupa setek, cangkok,penempelan,
penyambungan dan penyusuan. Cara yang paling berhasil dilakukan dengan cara
penyambungan, yaitu sambung pucuk. Cara ini lebih hemat dalam menggunakan cabang
entris (batang atas). Sebagai entris digunakan tunas ujung yang masih muda
daunnya tetapi telah cukup keras. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai
yang sudah berumur 2 tahun atau yang diameter batangnya kurang lebih 0,5 cm,
mempunyai kulit batang berwarna hijau. Metode penyambungan celah lebih banyak
berhasil daripada metode sisi.
Pembibitan
-
Pembibitan
perlu dipilih lokasi yang cocok, yaitu teduh dan tidak jauh dari sumber air.
Tanah untuk pesemaian diolah cukup dalam, dan dibuat bedengan selebar 1,2 m,
tinggi bedengan kira-kira 30 cm. Diantara bedengan dibuat selokan pembuangan
air. Tanah diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg/m3 apabila biji akan
disemai dalam kantong plastik maka media yang baik adalah campuran tanah kebun,
pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan bagian 1:1:1. Apabila biji
disemaikan dalam bedengan, maka biji ditanam pada jarak tanam 40 cm x 30 cm ,
sedalam 0,5 - 1,0 cm. Pesemaian yang menggunakan kantong plastik, cukup menanam
1 biji dalam 1 kantong plastik. Mulai umur 1 bulan, bibit perlu mendapat pupuk.
Setiap bibit diberi 2-3 gram campuran urea dan TSP. Pemberian pupuk diulang
sebulan sekali.
Pemeliharaan Tanaman
-
Untuk
pertumbuhan vegetatif yang baik, satu bulan setelah tanam diberi 100-200 g
urea/pohon. Pemberian diulang setiap 6 bulan sekali ditambah 20-30 kg pupuk
kandang. Untuk membantu mempertahankan kesehatan tanaman apabila berbuah nanti,
maka untuk bibit sambungan mulai umur 4 tahun diberi pupuk NPK, sebanyak 0,5
kg/pohon. Pemberian pupuk NPK juga diulangi setiap 6 bulan sekali, setelah pohon
dewasa perlu diberikan pupuk lebih banyak (3,5kg/pohon).
Panen
-
Saat
panen yang baik apabila kira-kira 25% dari permukaan kulit buah sudah berwarna
ungu. Pemetikan buah dilakukan dengan mengikutsertakan tangkai buah, supaya
dapat bertahan lebih lama.
-
Buah
yang baik kemudian dikelompokkan atas dasar ukuran buah yaitu :
-
Mutu super yaitu diameter buah 6,5 cm
-
Mutu I yaitu diameter buah 5,5-6,5 cm
-
Mutu II yaitu diameter buah 5,5 cm
-
Untuk
perdagangan internasional, mutu buah ditentukan oleh beratnya. Pasar Malaysia
dan Hongkong menghendaki berat minimum buah 65 gr sedangkan pasaran Jepang
minimum 80 gr. Buah manggis yang dipetik dengan mengikutsertakan tangkainya,
pada suhu kamar, buah yang sehat dapat tetap baik sampai 2-3 minggu setelah
panen. Penyimpanan pada suhu 4-60C dapat mempertahankan kualitas buah sampai 49
hari. Pada suhu penyimpanan 9-120C, buah dapat bertahan 33 hari.
Melon
(Melon (Ingg.), Cucumis melo (Latin)

Asal dan
Distribusi:
-
Tanaman melon ( Cucumis melo L ) termasuk kedalam famili
Cucurbitaceae, genus Cucumis. Tanaman ini belum diketahui dengan pasti darimana
asalnya namun berdasarkan penyebaran jenis liarnya, mungkin afrika merupakan
daerah asal-usulnya.
-
Di kawasan
Asia tanaman ini merupakan tanaman yang masih baru, namun demikian sekarang
sudah menyebar ke beberapa negara seperti Cina, India, Persia dan Rusia Selatan.
-
Buah melon dipanen setelah matang benar, yang diperkirakan sesudah 3-4
bulan sejak tanam, daging buah melon mengandung 92,1 % air, 0,50 % protein, 0,3
% lemak, 6,2 % karbohidrat.
Syarat Tumbuh
-
Tanaman melon dapat tumbuh pada daerah tropik dan subtropik, tanaman ini
memerlukan sinar matahari penuh, sehingga tidak cocok ditanam didaerah lembab
dan ternaung. Di daerah beriklim lembab selain banyak penyakit juga perkembangan
buahnya kurang baik, tanaman ini tumbuh baik
pada tanah berlempung, dengan pH sekitar netral.
-
Pemangkasan ujung tanaman tidak memberikan pengaruh
terhadap jumlah buah yang dihasilkan. Tanaman ini dapat tumbuh pada
ketinggian 300 – 400 m dpl, suhu yang diperlukan sekitar 25-35 0C,
suhu tinggi mutlak diperlukan pada saat pematangan buah.
-
Melon merupakan tanaman semusim tumbuh merambat dengan daun lebar
berukuran 10-20 cm yang muncul pada batang yang sekaligus sebagai pelindung
bunga atau buah, bunganya hermafrodit, mampu menghasilkan 1-6 buah melon
/tanaman. Buah ini matang setelah 6 minggu sesudah mekar.
-
Melon yang dibudidayakan dikelompokkan dalam 2 tipe utama yaitu Netted
melon dan Winter melon. Netted melon punya buah dengan permukaan luar yang
kasar, membentuk garis-garis seperti jala, sedangkan tipe Winter melon mempunyai
buah dengan permukaan yang halus, tidak membentuk garis-garis seperti jala.
Penyerbukan dan
Pembentukan Buah
-
Tanaman bersifat polimorfik, spesiesnya ada yang berbunga jantan,
berbunga betina dan berbunga hermafrodit (sempurna). Walaupun tanaman ini
menghasilkan bunga sempurna dengan putik dan benang sari , penyerbukan sendiri (self pollination) tidak dapat terjadi. Penyerbukan buah harus melalui
penyerbukan silang antara bunga jantan dan bunga sempurna dari tanaman yang sama
atau antar tanaman.
-
Bunga sempurna akan muncul jika batang utama telah mencapai panjang 60 cm
dan terbentuk ruas I dan II dari cabang primer. Bunga jantan juga terus menerus
terbentuk sehingga didapatkan perbandingan antara bunga jantan dan bunga
sempurna sekitar 10 : 1. Dari beberapa bunga sempurna hanga sebagian kecil saja
yang menjadibuah dan berkembang menjadi buah yang dapat dipanen.
-
Sehubungan dengan
penyerbukan ada faktor internal yang mengatur keberhasilan pembentukan buah. Hal
ini menyebabkan adanya pergiliran atau pergantian dalan pemasakan buah.
|
|